VSC (Virtual Safety Car)

VSC

Max Verstappen dari Red Bull Mobil balap RB14 TAG Heuer dan peserta lainnya beraksi selama Grand Prix Formula Satu Singapura di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay pada tanggal 16 September 2018 di Singapura.

The Virtual Safety Car (VSC) adalah netralisasi elektronik F1 yang menerapkan batas kecepatan selisih waktu putaran untuk setiap mobil secara bersamaan, tanpa mengerahkan Safety Car fisik. Sistem ini diperkenalkan pada musim 2015, sebagai respons langsung terhadap kecelakaan Jules Bianchi di Suzuka 2014, dan telah menjadi salah satu alat terpenting Race Direction untuk menjaga keselamatan para marshal.

Apa Virtual Safety Car di F1?

VSC adalah prosedur netralisasi balapan yang menginstruksikan setiap pembalap untuk memperlambat laju hingga mencapai selisih waktu putaran tetap yang ditetapkan oleh FIA. Mobil-mobil tidak akan berkerumun secara fisik seperti saat Safety Car penuh; setiap mobil mempertahankan posisinya di lintasan dan jaraknya dengan mobil-mobil di sekitarnya. Para marshal kemudian dapat bekerja di area tertentu di sirkuit dengan mengetahui bahwa setiap mobil akan melewati sektor yang terpengaruh dengan kecepatan yang lebih rendah.

Mengapa VSC diperkenalkan?

The Virtual Safety Car diperkenalkan pada tahun 2015 F1 Musim ini merupakan respons langsung terhadap kecelakaan Jules Bianchi di Suzuka pada 5 Oktober 2014. Bianchi kehilangan kendali atas mobil Marussia-nya di Tikungan Dunlop saat bendera kuning berkibar ganda dan menabrak kendaraan derek yang sedang membantu Adrian Sutil dari tim Sauber-nya. Panel Kecelakaan FIA menyimpulkan bahwa bendera kuning saja tidak cukup efektif untuk memberlakukan pengurangan kecepatan yang seragam di dekat peralatan derek. VSC (Virtual Safety Car) adalah solusi proseduralnya.

Cara kerja VSC

  • Pengawas Balapan mengumumkan VSC dan mengirim pesan ke semua mobil secara bersamaan;
  • Selisih waktu putaran dikirimkan ke dasbor setiap mobil;
  • Pengemudi harus mempertahankan selisih tersebut sejak VSC (Vehicle Safety Control) diaktifkan;
  • Menyalip dilarang, dan jarak ke mobil di dekatnya praktis dibekukan;
  • Para marshal menjalankan tugas mereka dengan kecepatan yang dikurangi;
  • Race Control mengakhiri VSC dan balapan dilanjutkan tanpa restart fisik.

Perbedaan dengan Safety Car penuh

Safety Car penuh secara fisik mengumpulkan seluruh peserta di belakang mobil pengaman dan memberi setiap pembalap pit stop "gratis" dengan biaya waktu yang lebih rendah. VSC (Virtual Safety Car) menjaga agar seluruh peserta tetap tersebar, dan pit stop di bawah VSC masih memakan waktu yang signifikan relatif terhadap mobil-mobil yang sedang balapan, meskipun lebih sedikit daripada pit stop saat bendera hijau berkibar. Race Direction meningkatkan dari VSC ke Safety Car penuh jika bahaya menuntut kecepatan yang lebih rendah atau netralisasi yang lebih lama.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang VSC

Apa Virtual Safety Car di F1?

VSC adalah netralisasi balapan elektronik yang menerapkan batas kecepatan selisih waktu putaran untuk setiap mobil secara bersamaan tanpa mengerahkan Safety Car fisik.

Kapan VSC diperkenalkan?

VSC diperkenalkan pada tahun 2015. F1 musim ini, sebagai respons langsung terhadap kecelakaan Jules Bianchi di Suzuka 2014.

Apakah pengemudi bisa menyalip saat VSC (Visual Safety Car) menyala?

Tidak. Menyalip dilarang di bawah VSC, dan pengemudi harus mempertahankan selisih waktu putaran yang dikirimkan ke mobil.

Apa perbedaan antara VSC dan Safety Car penuh?

Safety Car penuh secara fisik mengumpulkan seluruh mobil di belakang mobil pengaman. VSC (Virtual Safety Car) menjaga agar seluruh mobil tetap terpisah dan menerapkan batas kecepatan delta lap untuk setiap mobil secara individual.

Apakah pit stop masih berlaku di bawah VSC (Visual Safety Car)?

Ya. Mobil dapat masuk pit di bawah VSC, dan meskipun kehilangan waktu di pit lane lebih kecil daripada saat bendera hijau berkibar, namun lebih besar daripada saat Safety Car penuh.

Terakhir diperbarui: